Kamis, 25 April 2013

Ciri-ciri Dosen Tidak Berkualitas

Ada beberapa ciri dosen yang kadang disebut "killer" oleh mahasiswanya. Ciri-ciri tersebut dapat berlaku relatif. Jadi, ciri di bawah ini mungkin berbeda dengan ciri yang Anda ketahui. Silahkan tambahkan sendiri, ya! Berikut ciri dari dosen tidak berkualitas sekaligus killer.


Text book. Suasana perkuliahan seharusnya berbeda dengan suasana belajar di sekolah lanjutan (SMP dan SMA). Namun, ada beberapa dosen yang mengajar dengan suasana belajar sekolah lanjutan. Dosen mendikte mahasiswa seperti halnya siswa. Padahal, mahasiswa tidak perlu diperlakukan seperti itu lagi. Ketika memberikan perkuliahan, semua materi perkuliahan hanya berdasarkan buku dan pendapat orang lain yang ada di internet. Penjelasan yang diberikan terkesan menghafal tulisan yang ada di buku.

Otoriter. Hukum yang berlaku di kampus adalah dosen selalu benar dan sebaliknya mahasiswa selalu salah. Hukum tersebut berlaku bagi dosen yang tidak berkualitas. Kebiasaan senang mengatur mahasiswa sekehendaknya adalah ciri khas terbaiknya.

Ketika ujian, soal yang diberikan berdasarkan pendapat orang lain. Semua pertanyaan yang diajukan kepada mahasiswa memiliki ciri khas “Apa yang dimaksud dengan 'bla bla bla' menurut 'Prof. Dr. Ngokngok'?” Ah, pertanyaan semacam ini terkesan tidak kreatif dan tidak mengajak mahasiswa berpikir mandiri, sebaliknya membuat mahasiswa menjadi penghafal.

Tidak tepat waktu. Ciri khas orang Indonesia adalah tidak tepat waktu alias “jam karet”. Jadwal pukul 07.00, masuk jam 08.00. Dengan demikian, jangan heran kalau mahasiswa juga ikut-ikutan telat.

Suka ingkar janji. Hal yang paling menyebalkan adalah ketika dosen tidak dapat turun ke kampus tanpa pemberitahuan kepada mahasiswa. Sialnya, ketika semua mahasiswa di kampus menunggu berjam-jam, dosen masih belum memberi konfirmasi.

Tidak obyektif dalam penilaian. Ini adalah poin yang perlu diperhatikan. Dosen tidak berkualitas biasanya memberi nilai tinggi kepada mahasiswa yang lebih dekat atau dikenal olehnya. Tugas-tugas perkuliahan hanya untuk memenuhi syarat dari kampus.

Sering tidak masuk karena sibuk. Alasan utama dosen tidak masuk adalah karena kesibukan yang tidak dapat ditinggalkan. Sebagai contoh, “Besok saya tidak bisa masuk karena mau pergi ke Jakarta.”, “Kalau tidak hujan, sore ini kita masuk.”, dan sebagainya. Hal ini menandakan bahwa dosen tersebut tidak profesional. Sebagai seorang profesional, seharusnya seorang dosen, apapun alasannya, akan tetap mengutamakan untuk memberikan perkuliahan.