Selasa, 02 April 2013

Konsumen Cerdas

Konsumen Cerdas Tidak Boleh Tertipu


Berbelanja online adalah hal yang paling menyenangkan, apalagi bagi kaum hawa. Berbelanja semacam ini membuat aktivitas belanja lebih efisien (hemat waktu dan tenaga). Semua aktivitas ada di ujung jari-jari.

Ada banyak sekali toko online yang menyediakan berbagai produk. Mulai dari popok bayi hingga mobil mewah, bahkan rumah. Jika dilihat dari segi harga, memang tidak jauh berbeda dengan harga di pasaran. Beberapa toko online yang paling dikenal antara lain sebagai berikut.
  1. Toko Bagus (www.tokobagus.com)
  2. Berniaga (www.berniaga.com)
  3. Dino Market (www.dinomarket.com)
  4. Lazada (www.lazada.co.id)
  5. Belbuk, toko buku online (www.belbuk.com)

Selain itu, ada juga yang menjual dagangan di jejaring sosial terkenal seperti Facebook, Twitter, dan sejenisnya. Bagi Anda yang berminat berbelanja online, terutama ingin membeli barang elektronik seperti smartphone, sebaiknya berhati-hati saat bertransaksi. Dengan semakin meningkatnya minat belanja online, para penipu juga semakin gencar memanfaatkannya. Modus penipuan biasanya memiliki ciri-ciri antara lain sebagai berikut.

  1. Harga yang sangat murah, bahkan di bawah harga standar yang telah ditetapkan oleh produsen.
  2. Gambar yang dipakai biasanya diambil dari internet.
  3. Menggunakan deskripsi penawaran yang meyakinkan, seperti “barang bergaransi resmi”, “barang bersegel”, “barang asli”, “termurah dan terlengkap”, dan sebagainya.

Penipuan semacam itu biasanya lebih banyak beredar di jejaring sosial, terutama Facebook. Anda dapat menemukan tag-tag gambar barang elektronik lengkap dengan deskripsinya yang benar-benar meyakinkan. Bagi orang yang tidak mengerti tentang itu, ia akan terkecoh dan bahkan tertipu. Untuk meyakinkan pengguna jejaring sosial, mereka (penipu) meminta pengguna untuk mengunjungi sebuah blog atau situs abal-abal yang memuat berbagai produk (biasanya produk produk-produk bermerk yang dianggap premium).

Blog penjualan palsu


Bagi pengguna Facebook, Anda dapat memeriksa tag foto-foto barang elektronik di album Anda. Lihat deskripsinya atau detailnya. Ada beberapa hal yang perlu diketahui mengenai ciri-ciri modus penipuan di jejaring sosial yaitu sebagai berikut.


Dokumen pribadi
Dokumen pribadi


1. Memiliki deskripsi bertele-tele yang sama atau mirip pada setiap penawaran, tetapi orang atau perusahaan, atau toko online yang menawarkan berbeda. Hal ini sangat jelas membuktikan bahwa penawaran-penawaran tersebut patut dicurigai. Bagaimana mungkin perusahaan yang berbeda menjual produknya dengan deskripsi penawaran yang sama dengan perusahaan lain? Untuk lebih jelasnya, silahkan lihat salah satu contoh tag gambar di Facebook di atas.

2. Mereka (penipu) menggunakan nomor telepon seluler lebih dari satu. Biasanya, dalam deskripsi penawaran produknya mereka mencantumkan nomor telepon untuk layanan telpon atau SMS. Ketika kita mengirim SMS ke nomor tersebut, maka mereka akan menyuruh kita untuk menghubungi nomor yang lain lagi.

3. Mencantumkan alamat yang meyakinkan. Misalnya Jln. Asia Batam Negara, Ponorogo, Indonesia. Namun, ketika dicari di Google ternyata tidak ada nama jalan yang seperti itu.

    Penipuan dengan modus smartphone murah meriah lebih banyak ditemukan di jejaring sosial. Oleh karena itu, sebagai konsumen yang cerdas kita harus dapat menilai mana yang asli dan mana yang palsu (dalam hal jual beli online). Berikut tiga tips untuk memverifikasi keaslian penjual di jejaring sosial dan blog.

    1. Nomor telepon. Periksa kode area nomor telepon yang dicantumkan, misalnya untuk daerah Jakarta kode areanya (021). Penjual palsu biasanya menggunakan nomor telepon GSM yang gampang digonta-ganti. Dengan demikian, jika penjual mencantumkan nomor telepon yang memiliki kode area, maka ada kemungkinan penjual itu asli.

    2. Alamat. Setelah memeriksa nomor telepon, Anda dapat memeriksa alamat penjual di Google Maps atau sejenisnya (peta online). Alamat memiliki hubungan dengan nomor telepon. Jika penjual mencantumkan nomor telepon berkode area Jakarta, sedangkan alamat yang dicantumkan ada di Palangka Raya, maka Anda patut mencurigainya.

    3. Harga barang. Ini adalah poin penting yang perlu diwaspadai. Penjual palsu biasanya mengiming-imingi dengan diskon besar-besaran sehingga harganya menjadi sangat murah. Perlu diketahui, seperti apapun diskon tidak akan membuat harga barang di bawah harga minimal atau standar dari produsen. Misalnya smartphone BlackBerry Z10 yang baru saja dirilis dijual dengan harga resmi Rp7.000.000,00, tetapi ditawarkan seharga Rp2.800.000,00. Hal tersebut terlihat jelas menunjukkan bahwa itu penjual palsu. Tidak mungkin smartphone teranyar tiba-tiba diberi diskon. Untuk memastikan harga barang yang sebenarnya, Anda bisa cek di situs resmi produsen, distributor, atau entitas yang bersangkutan.

      Pesan penulis

      Belanjalah di toko, pasar, atau tempat yang semestinya di tempat Anda tinggal sehingga Anda dapat bertemu dengan penjual dan melakukan ijab qobul (serah terima barang menurut Islam). Di samping itu, tidak akan terjadi kecurigaan atau prasangka buruk terhadap si penjual. Belanja online memang asyik dan cukup efisien, tetapi memiliki risiko yang tinggi.

      Demikian tips dari saya, semoga bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih telah meluangkan waktunya. Salam hangat, Tuhan memberkati semua aktivitas (yang baik) kita semua.


      Terima kasih kepada http://ditjenspk.kemendag.go.id/ yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk mengikuti lomba yang diadakan oleh Panitia HKN 2013. Meskipun artikel ini tidak terpilih, saya merasa bangga dapat mengikuti lomba tersebut.